PKS Meradang, Gerindra Wacanakan Dua Nama Baru Kandidat Wagub

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (11/10). | AKURAT.CO/Muslimin

Nasrullah yang merupakan Anggota DPRD DKI Fraksi PKS menyebut wacana Waketum Gerindra Arief Poyuono mengusung mantan deputi Basarnas Mayjen Tatang Zaenudin dan Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Mochammad Iriawan menjadi Cawagub DKI pendamping Gubernur Anies Baswedan adalah tindakan melanggar etika politik.

Terlebih sedari awal sudah disepakati bahwa kursi DKI sudah menjadi jatah PKS dan kedua nama dari PKS sudah ditindak lanjuti hinggga pembetukan Panitia Khusus (Pansus) di DPRD DKI.

Nasrullah menilai pengguliran wacana itu adalah bentuk intervensi kepada PKS. Pasalnya sejauh ini kedua nama yang disodorkan PKS Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu masih resmi menjadi kandidat Cawagub.

"PKS belum cabut dua orang itu dan itu sudah masuk ke pansus. Ini namanya internvensi," kata Nasrullah saat dikonfirmasi Kamis, (29/8/2010). 

Pengguliran wacana tersebut lanjut Nasrullah tanpa adanya komunikasi kepihaknya di PKS yang notabene sebagai partai pengusung.

Hal ini yang disebut Nasrullah sebagai pelanggaran etika. PKS kata dia jelas menolak mentah - mentah ide Arief. "Ya (menolak). Enggak bisa dong harus komunikasi dulu," ucapnya.

Adapun alasan Arief Poyuono mengusul dua nama pensiunan militer untuk menjadi Cawagub DKI dengan agar meningkatkan ketertiban dan keamanan di Jakarta.

Menurut Nasrullah hal ini tak bisa dibenarkan, pasalnya semua keputusan di lingkup Pemprov DKI berada di tangan Gubernur DKI. Wagub sifatnya hanya membantu saja.

"Menurut saya sih namanya wagub itu kan dia membackup semua kebijakan kan semuanya di Gebernur. Semuanya lari ke gubernur menganai keamanan ketertiban ke Gubernur," tukasnya.

Sebelumnya Arief mengusulkan pensiunan polisi atau TNI untuk mendampingi Anies.

Dia lalu memunculkan nama mantan Deputi Basarnas Mayjen Tatang Zaenudin dan mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Mochammad Iriawan yang saat ini menjabat Sekjen Lemhanas.

Menurutnya kedua tokoh ini sangat cocok mendampingi Gubernur Anies Baswedan, selain bisa mencipatkan kondusifitas di Jakarta pengalaman keduanya dalam bidang birokrasi juga tak diragukan lagi.

"Kedua tokoh ini akan saya ajukan ke DPP Gerindra untuk bisa didorong sebagai calon wagub DKI Jakarta," kata Arief.




Sumber: AKURAT.CO

Komentar